Hasrat terpendam memeku yang gatal akhirnya terpuaskan di entot kontol teman suamiku online dating with your mom

by  |  01-Jan-2015 07:58

Jadwal penataran suamiku sangat ketat, maklum disamping setiap session selalu diisi oleh pembicara tamu atau ahli dari Jakarta, juga dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai tingkatan dan wilayah setanah air. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku. Isak tangisku terdiam, berganti dengan desahan dari balik kain yang menyumpal mulutku. Dengan posisi miring serta satu tungkai kakiku dia peluk ke atas, kontolnya menyerbu memekku dan.. Sesudah beberapa lama dalam nikmat posisi miring, diangkatnya tubuhku menindih tubuhnya. Ah, kenapa aku nggak pernah memperhatikan benar selama 2 hari ini. Mungkin karena kepanikanku yang selalu mengiringiku saat jumpa dan bersama dia. Kusaksikan bagaimana batang itu menganguk-angguk setiap semprotan itu muncrat keluar. Aku masih berpikir bagaimana sesak dan legitnya kontol Ronad menusukki kemaluanku dengan cara nungging anjing ini. Tiba-tiba, tanpa kompromi, kontol Ronad didesak-desakkanya ke pantatku. Kucakar tangan dan dadanya, dia pegang tangan-tanganku, kugigit bahunya yang rebah ke wajahku, dia berkelit. Aku langsung dilanda cemas ketakutan yang amat sangat.

hasrat terpendam memeku yang gatal akhirnya terpuaskan di entot kontol teman suamiku-3hasrat terpendam memeku yang gatal akhirnya terpuaskan di entot kontol teman suamiku-13

Sesaat setelah suamiku memasuki ruang penataran aku sempatkan jalan-jalan di seputar hotel kemudian mencari book store untuk membeli koran pagi. Aku demikian sakit atas ketidak adilan yang sedang kulakoni. Kini kengerian dari kebiadaban berikutnya datang menyusul. Dan dengan aku berposisi duduk membelakangi dia dan tanganku yang bertumpu pada dadanya, aku kembali memompa. Ini kembali menjadi sensasi seksualku, karena aku sekarang melihat betapa diriku nampak di cermin kamarku dengan kerudung rambutku yang sudah awut-awutan dan demikian basah oleh keringatku. Saat suamiku pulang, kamarku sudah kembali rapi, seakan tak ada yang terjadi. Selintas tampak pemandangan yang sangat erotis di cermin besar kamar Ronad. Siang itu suamiku kembali mengajak aku makan di restoran. Dengan setengah menduduki tubuhnya, aku masukkan kemaluannya yang telah tegang dan kaku menembus memekku. Aku dapatkan orgasmeku hanya dalam 3 menit sejak aku mulai memompa.

Sesudah duduk sebentar di lobby aku balik ke kamar untuk mencoba telpon ke rumah sekedar ‘check rechek’ kegiatan pelayanku di rumah. dia pikir bisa menundukkan aku dengan caranya yang demikian itu. Tetapi aku bagai kijang yang telah lumpuh dalam terkaman predatornya. Tangannya sigap menyibakkan gaun penutup wilayah rahasiaku. Aku yang tak pernah menunjukkan auratku selama ini, tiba-tiba ada seorang lelaki asing yang demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku. Dan kini aku hanyalah perempuan yang hina dengan setengah telanjang dan siap dalam perangkap lumatannya. Aku seperti main enjot-enjotan naik-turun di atas kuda-kudaan. Kok, bisa-bisanya, hanya dalam waktu satu hari aku melakukan hubungan mesum perkosaan atau penyelewengan, entahlah, dengan lelaki yang tak kukenal ini. Minggu terakhir di setiap bulan dia berada di Yogya untuk melayani pasien di beberapa rumah sakit di Yogya. Aku sudah mandi dan dandan agar tidak menampakkan kelelahanku. Masa, perkosaan bisa terjadi sekian kali berturut-turut, dan sementara itu, apabila disebut sebagai penyelewengan, bagaimana perempuan tegar dan berkepribadian seperti aku ini demikian mudah runtuh oleh nikmatnya perselingkuhan. Aku yang berbusana serba tertutup lengkap dengan kaca mata dan kerudung di kepala sedang berpelukan dengan lelaki yang bukan suamiku yang dalam keadaan telanjang bulat. Suamiku memberi tahu bahwa besok merupakan hari terakhir penataran yang akan selesai dan ditutup pada siang hari. Aku menjadi demikian blingsatan dalam gelinjang birahi yang tak lagi terkendali.

Kemudian duduk santai membaca koran di balkon kamarku yang berpanorama atap-atap kampung Yogyakarta sambil minum coklat instant yang tersedia di setiap kamar Novotel ini. Aku telah rebah ke tanah dan cakar-cakar predatorku telah menghunjam di urat leherku. Tangan lainnya mencapai pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus karena tak pernah kulewatkan merawatnya. Dia merabanya dengan pelan dan mengelusinya semakin lembut. Kemudian dia kembali melanjutkan kebiadabannya, dia merenggut dan merobek gaunku. Aku merasakan sepertinya dia telah merobeki jiwaku dan mencampakannya ke lantai kehinaan perempuan. Wajahnya mendekat hingga kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Dan yang terjadi kemudian adalah genjotan naik turunku semakin cepat saja. Dan malam itu aku bersama suamiku kembali makan malam bersama. Dia menyibukkan dirinya dengan bacaan dan tulis menulis. Pada keesokan harinya, hanya 10 menit sesudah suamiku turun ke lantai 2 untuk mengikuti penataran di hari ke dua, dr. Tetapi bayangan dan segala macam keraguanku itu hanyalah menjadi awal dari elusan dan rabaan batin yang langsung membangkitkan naluriah nafsu birahiku. Rasa harga diriku yang masih tersisa mendramatisir keadaanku. Pasien-pasienku ngantre, ada yang datang dari Wonosobo, Semarang. Nampak jelas jembutnya yang tebal menyentuh pusarnya. Pandangilah milikmu ini”, tekanannya itu sesungguhnya merupakan sebagian dari harapan dan keinginan nafsuku kini. Suamiku bilang akan langsung pulang untuk mengejar sore harinya sudah sampai di rumah.

Bosan membaca koran aku buka channel TV sana-sini yang juga membosankan. Akhirnya sekitar jam 9 pagi aku berpikir sebaiknya aku turun ke lobby sambil mencuci mata melihat etalase toko di seputarnya. Kini aku hanyalah seonggok daging konsumsi predatorku. Aku merasakan betisku, pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Aku merasakan betapa kegatalan yang sangat menguasai rongga kemaluanku. Dia puji aku setengah mati, betapa otot-otot kemaluanku demikian kencang mencengkeram kontolnya. Di pojok ruang makan kulihat meja dengan 4 kursi yang hanya diduduki seorang, dr. Aku sudah mulai berselingkuh sebelum perselingkuhan itu di mulai. Aku bertindak seakan menolak saat Ronad menggendong aku dari ambang pintu ke peraduanku. Tetapi sebagaimana yang biasa aku lakukan, kini aku berpura nikmat, seakan aku meraih orgasme. Aku mencoba tertawa dalam pesona birahi saat mengamati kontolnya yang sudah mengkilat dan tegak ngaceng itu. Enak banget tanganmu sayang..” dan dengan sedikit merinding aku mencoba menggenggamnya. Aku berjongkok pada lututku hingga kontolnya tepat berada tepat di depan wajahku. Rencana hari ini penataran akan berhenti jam 3 sore.

Pada suatu hari di bulan Juni 2014, suamiku pulang dari kantor memberi tahu bahwa di minggu akhir bulan Juni, minggu depan, dia akan menghadiri penataran wajib dari kantornya. Begitulah, pada hari Minggu, 16 Juni malam aku bersama suami telah berada di restoran Novotel Yogyakarta yang terkenal itu. Secara ala kadarnya aku diperkenalkan dengan teman-teman suamiku yang juga datang bersama istri mereka. Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam syahwatku. Akhirnya karena tak mampu aku menahannya lagi aku merintih. Aku hauss..” Rintihan itu membuat lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bisa kuraih bibirnya. Kehausanku yang tak bisa kubendung membuat aku ingin melumati mulutnya. Aku melumat mulutnya sebagaimana sering aku melumati mulut suamiku saat aku sudah sangat di puncak birahiku. Dan kini aku benar-benar menunggu lelaki itu memasukkan kontolnya ke kemaluanku pula. Lelaki ini sudah langsung menerkam kembali bibirku. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yang sangat longgar. Memahami arti nikmat yang sejati dari peristiwa ranjang. Memang badanku agak lemes sejak aku mendapatkan orgasmeku yang bukan main dahsyatnya tadi. Menjelang jam 1 siang suamiku kembali ke ruang penataran di lantai 2, dan jam 1 lebih 5 menit lelaki itu kembali menelponku, aku nggak menjawab langsung kututup. Masak aku mesti sengaja mengulangi kesalahanku lagi. Dan tanpa bisa kuhindarkan tangan kananku menggerakkan turun handle pintu ini. Dan dengan cepat, sret, tangan lelaki itu cepat menyelip di celah ambang itu. Aku pengin merasakan, bagaimana semprotan hangatnya menyiram langit-langit mulutku. Sesudah yakin semua air maninya telah tertelan dan mengaliri tenggorokanku dia lepaskan bekapan hidungku. Bercumbu di kamar Ronad memberikan rasa lebih aman dan tenang bagiku.

Community Discussion